Sabtu, 14 Januari 2012

WHO is SHE ?

Author : Kim Shira dan Kim Rulnia
Main Cast : Kim Shira , Kim Rulnia , Kim Kibum , Lee Donghae ,Yesung, Kyuhyun .
Other Cast : Im Noo Mee (Nova Aulia) , Park Yun Ri (Sri Wahyuni) , Baek Jun Wea (Wafa), Wookie , Siwon , Henry , Jessica
Genre : Romantic , Friendship , Love .


*****


Beberapa hari kemudian.
“Yesung sunbae,” mendengar namanya dipanggil yesung menoleh.
 Dilihatnya seorang yeoja yang berlari-lari kecil ke arahnya. Yesung mengerutkan keningnya mencoba mengingat-ingat nama yeoja itu.
 “Ah, syukurlah, akhirnya aku bisa bertemu denganmu,” kata yeoja itu sambil mengatur napasnya.
 “Yun rhi ssi?” kata yesung.
Yun tersipu malu, dia senang karena yesung mengingat namanya,
 “Ne oppa, eh emm maksudku sunbae,” kata yun gelagapan.
Yesung tersenyum, “Mau memanggilku oppa juga tidak apa-apa,” katanya.
 “Jinjjayo?” kata yun ragu.
 Yesung mengangguk.
 “Gomawo op.oppa,” kata yun lalu tersenyum senang.
 “Mworego isseoyo?” tanya yesung.
 “Nasi kimbab. Aku membuatnya untukmu, ku harap kau suka,” kata yun malu-malu.
Yesung mengerutkan kening, “Untukku?”
 “Ne,” kata yun.
 Yesung mengambil kotak bekal itu, “Gomawo,” kata yesung.
 Yun tersenyum malu-malu, “A.aa.aku cuma ingin memberikan itu op.oppa,” kata nya,
 “Jadi aku pergi dulu,” yun melangkahkan kaki meninggalkan yesung.
 “Yun rhi ssi,” panggil yesung.
 Yun menoleh, “Wae yo oppa?”
Yesung tersenyum sambil menghampiri yun lalu memegang kedua tangannya, kemudian dia mendekatkan bibirnya di telinga yun, “Gomawo untuk suratmu,” bisik yesung.
 Muka yun memerah, “N.n.ne, cheonmwa,” katanya gugup, ia menarik tangannya yang digenggam yesung lalu berlari meninggalkan yesung.
 Yesung tertawa kecil melihat kepergian yeoja itu.
*****
Yesung sedang memakan bekal dari yun di taman ketika seorang yeoja menghampirinya.
“Annyeong sunbae,” yesung menoleh,
”Ne,” kata yesung, “Noo mee?”
“Ne,” kata noo sambil tersenyum, “Sedang apa?”
Yesung mengangkat sumpitnya, “Makan siang.”
 Noo mengangguk-angguk sambil ber-oh kecil, “Hmm, tumben sekali ku lihat tidak ada yeoja yang mengikutimu?” kata noo sambil melihat dibelakang yesung.
“Benarkah?” Yesung menoleh ke belakang, memastikan kehadiran yeoja-yeoja yang biasanya mengikutinya, “Baguslah kalau begitu.”
“Iya, syukurlah kalau begitu,” kata noo.
Yesung tertawa kecil, “Sepertinya kau khawatir jika mereka dibelakangku,” katanya.
“Habis mereka menyeramkan,” kata noo.
“Oh, menurutmu begitu?” tanya yesung.  Noo mengangguk.
“Kau sudah makan siang?” tanya yesung.
“Anniyo sunbae,” jawab noo.
 Yesung tersenyum, “Hmm, kau mau memakan bekal ini bersamaku?” tanya yesung lagi.
Noo tesentak, “Boleh?”
“Tentu saja boleh, kajja, duduklah disampingku,” kata yesung sambil menggeser tempat duduknya dan memberikan tempat duduk untuk noo.
Noo tersenyum malu-malu, lalu dengan ragu-ragu dia duduk disamping yesung, “Gomawo sunbae,” katanya pelan.
Yesung tertawa kecil, “Ah, panggil oppa saja juga tidak apa,” kata yesung.
“Baiklah oppa,” kata noo.
Yesung mengangguk lalu dia mengambil kimbab dengan sumpitnya, “Buka mulutmu.” Noo bengong. “Ayo buka, a.aa.aa,” kata yesung sambil menahan kimbab diujung sumpitnya.
 Noo membuka mulutnya dan memakan nasi kimbab dari yesung. Mukanya bersemu merah.
 “Bagaimana? Enak?” tanya yesung sambil memakan kimbabnya lagi.
“Iya enak,” kata noo dengan malu-malu, “Enak dan bahagia,” kata noo dalam hati.
“Oh ya noo ah, gomawo untuk suratmu yang lalu,” kata yesung.
“Cheonmwanayo,” kata noo malu-malu.
Yesung melihat jam tangannya, “Hyaaa, 5 menit lagi kelas dimulai.”
 “Jinjja?” kata noo.
“Ne,” jawab yesung, “Mianhae noo ah, aku harus pergi.”  
“Goenchana,” jawab noo.
Yesung mengemasi barang-barangnya, “Gomawo sudah menemaniku makan siang,” kata yesung.
 “Anniyo,” kata noo sambil menunduk malu.
“Baiklah aku pergi dulu, sampai nanti,” kata yesung lalu dia pun berlalu.
 Sepeninggal yesung, noo langsung memegang dadanya lalu mencubit pipinya, ”Ahh, sakit!” ringisnya. Tak lama kemudian senyumnya mengembang, “Hyaa, ini bukan mimpi!” girangnya.
*****
Yesung berlari-lari kecil menuju kelasnya . Ddbbbuuuuukkkkk ! Yesung mendengar suara orang jatuh di belakang-nya dia menoleh. Seorang yeoja terlihat meringis sambil menunduk, “Ahh,” rintih yeoja itu. Yesung segera menghampiri yeoja itu.
 “Hyaa, goenchanayo?” kata yesung sambil menunduk.
“Sunbae,” kata yeoja itu nyaris menangis.
 “Ahh, wea ah,” kata yesung. “Kenapa kau bisa terjatuh?”
 Wea mengangkat tangannya dan menunjukkan sebuah sumpit, “Sumpitmu jatuh, aku memanggilmu tapi kau tetap berjalan dengan cepatnya, jadi aku mengejarmu,” kata wea. Yesung menatap wea, “Ini sumpitmu,” kata wea sambil memberikan sumpit pada yesung.
 “Ah, gomawo wea,” kata yesung.
 “Ne,” jawab wea.
“Coba kulihat, apa yang sakit?” tanya yesung.
 “Ah, tidak apa-apa sunbae, hanya saja, lututku….” kata wea menunjukkan lututnya yang berdarah.
“Aigoo,” kata yesung khawatir, “Lututmu berdarah.” “Goenchana ah,” kata wea.  
Yesung tidak menghiraukan kata-kata wea, dia mengambil air minum dan sapu tangannya kemudian membersihkan luka wea.
 “Ah,” ringis wea.
“Sakit? Kalau sakit kau boleh memukulku,” kata yesung.
Wea tersenyum malu. Yesung kembali membersihkan luka wea.
“Hyaa, sakit!” teriak wea sambil memukul-mukul lengan yesung. Yesung tertawa kecil melihat reaksi wea. “Hyaa!” teriak wea lagi. Dia terus memukul-mukul yesung.
“Yak, selesai,” kata yesung lalu tersenyum.
Tet.tet.tet.tet.
Bel masuk berbunyi. Semua siswa buru-buru masuk ke kelas mereka masing-masing. Tapi tidak dengan yesung dan wea yang masih terduduk ditempatnya.
 “Hyaa, bel masuk,” kata wea.
“Aku tahu,” jawab yesung.
 “Kau tidak kembali ke kelasmu?” tanya wea.
“Setelah menolongmu,” jawab yesung.
Wajah wea memerah dan terasa panas. Yesung melilitkan sapu tangannya untuk menutupi luka wea.
 “Hyaa sapu tanganmu,” kata wea.
“Tidak apa-apa, kau lebih membutuhkannya,” jawab yesung.
Wea menunduk malu-malu, “Gomawo yesung ah.”
 “Anniyo ah,” jawab yesung, “Kau bisa berdiri?” tanya yesung sambil membantu wea berdiri.
Wea mengangguk, “Tentu bisa, aku tidak apa-apa,” kata wea sambil setengah menekuk lututnya.
 Yesung tersenyum kecil, lalu dia melihat keadaan sekitar, sudah sepi, siswa-siswa sudah masuk ke kelas masing-masing.
“Kajja, aku akan mengantarmu kekelas,” kata yesung lalu menopang wea.
 “Eh??!!” kata wea kaget.
 “Ayo sudah sepi, sebentar lagi kelas dimulai,” kata yesung.
 Wea bengong, yesung tertawa kecil lalu membantu wea menuju kelasnya.
*****
Hari ini hari minggu. Rulnia dan shican beserta oppa-oppa mereka bekerja sama membersihkan rumah mereka. Kyuhyun merapikan halaman depan, kibum memotong rumput, donghae memperbaiki atap rumah, yesung membersihkan kamar mandi, sedangkan rulnia dan shican membersihkan bagian dalam rumah.
“Hyaa, eonni, aku baru saja selesai membersihkan kamar kita,” kata shican sambil keluar kamar menemui rulnia dikamar donghae dan kibum.
“Ah, sebentar lagi aku juga selesai. Kalau begitu kau bersihkan kamar yesung dan kyuhyun dulu, sedangkan aku akan membersihkan dapur, nanti kita bersihkan ruang utama bersama-sama ya,” jelas rulnia.
 “Ne, baiklah,” kata shican sambil memasuki kamar yesung dan kyuhyun.  Shican mulai mengganti gorden jendela, lalu memasukkan baju-baju kotor ke dalam ranjang, kemudian memperbaiki isi lemari dan buku-buku yesung kyuhyun dan mengganti sprei bed yesung kyuhyun.
Dduuuukkkk !

“Ngg?” Shican melihat ke arah lantai, saat ia mengambil sprei yesung seperti ada yang jatuh.
Shican duduk dilantai menatap sebuah benda yang tergeletak. Sebuah buku berwarna coklat.
 “Buku apa ini, punya yeppa kah?” shican mengambil buku itu, tiba-tiba ada selembar kertas yang jatuh.
Shican mengerutkan keningnya. Didalam kertas itu tergambar denah sekolah mereka dan nama-nama kelas yang diberikan tinta hijau. Tapi ada dalam gambar itu yang diberi tanda silang dengan tinta merah dan tertulis kata “nothing”. Lalu dibagian kosong kertas itu penuh tertulis kata, “eodiseo” dengan tinta oren.
“Apa ini?” bisik shican cemas .
Kertas itu terkesan penuh misteri dan janggal. Shican beralih melihat buku yang ia pegang.
“Aku tak pernah tahu yeppa punya buku yang seperti ini,” batinnya.
Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki menuju kamar yesung, shican tersentak, buru-buru menyelipkan kertas tadi ke dalam buku yang ia pegang dan segera berdiri.
“Hyaa,” panggil seseorang.
Shican menoleh. Yesung berdiri didepan pintu kamarnya. Seketika jantung shican berdetak kencang.
“N.ne oppa, wae?” kata shican pelan.
Yesung mengerutkan keningnya menatap shican bingung, tak lama kemudian dia menyadari bahwa shican memegang sebuah buku miliknya. Yesung menghampiri shican dan merebut buku itu dari tangan shican.
Begitu yesung mengambil buku itu, shican hanya tersentak kaget, “Hyaaa!” kata shican.
“Kau sudah membukanya?” tanya yesung.
“Mwo?” jawab shican.
“Kau membuka buku ini tidak?” tanya yesung lagi.
Shican terdiam sebentar, “Anniyo ah.”
 Wajah yesung berubah menjadi serius dan terkesan dingin, “Kau membukanya?” tanya yesung dengan suara pelan dan mata yang menyipit.
 Shican cemberut, “Anniyo ah! Aku baru saja memegangnya lalu kau tiba-tiba merebutnya,” kata shican kesal.
Yesung menatap shican. “Emang kenapa sih dengan buku itu? Sini biar kulihat,” kata shican sambil berusaha merebut buku itu dari yesung.
 “Kau tidak boleh,” kata yesung sambil menghadang shican.
“Hyaa, kenapa tidak boleh?” kata shican kesal sambil menggapai buku dipegang yesung.
Yesung menggeleng kuat-kuat, “Anniyo ah shican, tidak boleh,” kata yesung lalu menekan bahu shican.
Shican tersentak kaget, “Hyaa wae yo oppa? kata shican pelan, “Apakah buku itu sangat penting untukmu?” kata shican lalu menunduk.
Yesung menatap shican yang tertunduk, “Mianhae,” kata yesung, “Itu buku harianku, kau tidak boleh melihatnya.”
 “Buku harian?” gumam shican, “Kau punya buku harian?”
Yesung mengangguk pelan, “Tidak boleh?” tanya yesung.
 Shican tertawa kecil,“Kau itu lucu sekali oppa,” katanya.
 “Biarkan saja,” kata yesung sambil tersenyum, “Kau tahu kan, buku harian itu privasi, jadi kau tak boleh membukanya,” kata yesung lagi.
 “Ne, araseo araseo, kalau begitu yasudah lah. Aku mau melanjutkan lagi,” kata shican cuek lalu kembali melakukan pekerjaannya mengganti sprei.
 Yesung tersenyum lalu dia beranjak pergi sambil membawa buku itu.
 Sepeninggalnya yesung, shican berdiri mematung, dia sibuk dengan pikirannya sendiri. Kemudian dia menggeleng pelan.
 “Namja dengan buku harian? Hmm, jangan-jangan yeppa sedang menyukai sseorang yeoja,” pikir shican.
Beberapa jam kemudian pun acara bersih-bersih hari minggu itu selesai. Para namja berkumpul di taman belakang melepas lelah. Tak lama kemudian rulnia dan shican membawakan es serut yang baru saja mereka buat.
 “Ah akhirnya datang juga, aku haus sekali,” kata donghae sambil memakannya lalu disambut anggukan setuju oleh namja lain.
 “Eh, bukannya ini sudah waktunya makan siang?” kata kibum.
Shican mengangguk, “Mianhae oppa, kami terlalu lelah dan lupa membuat makan siang,” kata shican dengan rasa bersalah.
“Goenchana shican ah, aku belum terlalu lapar,” kata kyuhyun sambil merangkul shican,“Iya kan hyung?”
“Kita makan di luar yuk,” kata donghae, “Tiba-tiba saja aku ingin makan sukiyaki di restoran jepang di mall kawasan seoul utara itu,” lanjutnya.
 “Itu jauh sekali,” kata yesung datar.
 Donghae cemberut,
“Hyaa aku juga mau,” kata shican sambil menggigit bibirnya, “Aku juga mau oppa,” kata shican merengut menatap yesung.
“Mwo?” tanya yesung.
 “Aku terserah saja,” kata kibum kemudian.
“Baiklah aku pergi jika shican pergi,” kata rulnia datar.
“Bagaimana hyung, kau ikut?” tanya kyuhyun pada yesung.
Yesung menatap shican dan donghae yang memasang wajah memelas, “Yah, apa boleh buat,” kata yesung.
 Shican dan donghae tersenyum girang.
“Baiklah, habiskan dulu es kalian, lalu semuanya bersiap-siap, bersihkan dan rapikan badan kalian, kita akan berangkat 1 jam lagi,” kata rulnia.
 Semua mengangguk-angguk.
Beberapa jam kemudian.
“Ini restoran jepang terkenal,” bisik donghae ke telinga yesung,
“araseo,” kata yesung datar.
  Kemudian mereka pun memasuki restoran jepang yang ada di lantai 2 itu dengan perasaan kagum. Suasana budaya dan dominan warna hijau sangat kental terasa disana. Tapi masih bersifat elegan. Dindingnya dilapisi kaca dan ruangan itu berbau teh hijau. Mereka kemudian berhenti disebuah meja rendah dan duduk diatas zabuton berwarna biru tua.
 “Wanginya enak sekali,” kata rulnia dan disusuli anggukan oleh shican.
 “Hyaa, bagaimana cara kita memesan makanan?” tanya kyuhyun.
 “Biar donghae saja,” jawab yesung.
 “Mwo? Kenapa aku?” tanya donghae.
 “Kau yang mengajak kesini,” kata yesung datar.
 “A.aku tak pandai bahasa jepang hyung,” bisik donghae.
 Rulnia tertawa kecil, “Hyaa, biar shican saja,” katanya, “Shican, kau yang pesan.”
“Haik,” kata shican sambil tersenyum,
kemudian melihat keadaan sekitar mencari pelayan.
“Onne.san,” panggil shican pada seorang pelayan wanita.
“Irrashaimasu,” kata wanita itu sambil membungkukkan badan, “Anda ingin pesan apa?” kata wanita itu dalam bahasa jepang.
Shican tersenyum lalu melihat-lihat buku menu, “Watashi wa mm,” gumam shican, “Ah, tempura to aden desu,” kata shican. “Watashi wa soba to sakana desu,” lanjut rulnia. “Hyaa, kalian ingin pesan apa?” tanya rulnia pada oppa-oppa mereka.
 “Sukiyaki,” kata donghae.
 “Aku ikut hyung saja,” kata kibum datar.
 “Apa yang enak?” tanya kyuhyun sambil membolak-balikkan buku menunya.
 “Tentu saja sukiyaki,” kata donghae.
Kyuhyun menggeleng-gelengkan kepala, “Aku spesial yakiniku saja deh.”
“Aku tempura dan soba,” kata yesung, “Aku ingin mencoba menu shican dan rulnia,” katanya lagi.
 “Baiklah, sekalian pesan okonomiyaki dan apple pie untuk makanan penutup,” kata rulnia kepada shican.
 Shican mengangguk dan menjelaskan pesanan mereka kepada pelayan itu
 “Hai, wakarimashita, chotto matte kudasai,” kata wanita itu. “Hai, arigatou onne.san,” kata shican.
Tak lama kemudian pesanan mereka datang juga.
“Ah, akhirnya datang juga,” kata donghae senang.
 “Gohan desu yo,” kata shican.
 Mereka duduk tegak sambil menunduk menatap makanan masing-masing.
 “Ittadakimasu!” teriak mereka lalu sedetik kemudian mereka mulai menikmati hidangan yang mereka pilih.
 “Hyaa, oishini ne,” kata shican.
 “Hai, so desu,” kata rulnia sambil tersenyum.
Kyuhyun, donghae, kibum dan yesung mengerutkan kening tak mengerti kata-kata mereka.
 “Apa yang kalian bicarakan?” tanya donghae.
 “Ah, nain desu,” kata shican
. Donghae cemberut,
 rulnia tertawa melihat oppanya, “Shican bilang, tidak ada begitu katanya.”
 Donghae mengangguk-angguk.
 Semuanya kembali memakan makanan mereka.
“Uhuukk !” yesung tersedak,
 kyuhyun, donghae, kibum, shican dan rulnia menoleh.
“Uhuuk uhuuk ! ah air, air!” kata yesung dengan wajah merah berkeringat.
Semua panik.
“Oppa, wae yo?” kata rulnia panik.
“Hyaa hyung, goenchana?” tanya kibum ikut panik.
 “Ini airnya hyung,” kata donghae sambil menyerahkan segelas cha dingin pada yesung.
Yesung menerima cha itu dan buru-buru meminumnya sehingga ada beberapa airnya tumpah dan membasahi bajunya.
 “Hyaa oppa, kau kenapa?” tanya shican cemas.
 Yesung meletakkan gelas yang sudah kosong itu diatas meja. Napasnya tersengal-sengal dan wajahnya memerah penuh bulir-bulir keringat.
 “Ah, rumput laut apa itu, rasanya pedas sekali!” kata yesung sambil menunjuk mangkuk sobanya.
 ”Nani?” tanya shican.
 Rulnia mengaduk-aduk mangkuk soba milik yesung dengan sumpitnya,
“Maksudmu, ini?” tanya rulnia.
 Yesung mengangguk kuat-kuat, “Iya, rumput laut apa itu?” kata yesung cemas.
Rulnia dan shican bengong, sedetik kemudian mereka tertawa.
“Hahahaha, yeppa tentu saja pedas, ini kan wasabi!” kata shican.
“Wasabi? Apa itu?” tanya yesung bingung.
“Lobak hijau, tentu rasanya pedas,” kata rulnia.
 “Ku kira rumput laut, kenapa benda seperti itu ada di dalam mie ku?” tanya yesung lagi.
 Shican geleng-geleng kepala, “Kau kan memesan soba, tentu saja ada disitu,” jelas shican.
 “Hyung, kau memakan wasabi?” tanya kyuhyun.
 Sedetik kemudian, Para namja tertawa.
 “Hyaa hyung, bagaimana rasanya?” goda donghae yang kemudian disusul dengan jitakan dari yesung.
 “Aigoo, ku kira ada sesuatu yang terjadi,” kata kyuhyun sambil tertawa, yesung kemudian menjitaknya juga.
 “Sudahlah,” kata kibum berusaha menahan tawanya, kemudian mengambil potongan apple pie, “Makan saja ini dulu hyung, untuk meredakan rasa pedasmu,” kata kibum lagi.
 Yesung menerimanya, “Gomawo kibum ah.”
 “Sudahlah, ayo kita makan lagi,” kata donghae.
“Sepertinya aku harus membersihkan bajuku,” kata yesung sambil bangkit dari duduknya. “Ngomong-ngomong, dimana toiletnya donghae?” tanya yesung.
 “Molla hyung, tanya saja pada pelayannya,” kata donghae dengan polos.
 Yesung berkacak pinggang, “Gampang sekali kau bilang begitu, aku tak tahu bahasa jepang!” kata yesung.
Donghae nyengir kuda.
 Yesung geleng-geleng kepala, “Shican, bantu aku,” kata yesung.
 Shican meneguk cha nya, “Begini oppa. Kau temui saja pelayan yang itu, lalu bilang begini, sumimasen, toire wa doko desuka, begitu,” jelas shican.
 “Begitu saja?” tanya yesung.
 Shican mengangguk kuat-kuat.
“Baiklah,” yesung berjalan mendekati seorang pelayan pria. “Sumi, sumi-apa ya? Ah, sumimasen, to-toire wa, ehm wa doko – ng? des, des-desuka?” tanya yesung terbata-bata.
 Pria itu tersenyum, “Hai kochira desu,” kata pria itu sambil berjalan menuju ke toilet, yesung mengikuti. “Kore wa,” kata pria itu setibanya mereka disebuah pintu berpapan nama “MAN TOILET” didepannya.
 “Oh, ne arigatou,” kata yesung sambil membungkukkan badan.
“Doittashicanmashicantte,” kata pria itu lalu pergi.  
Yesung pun masuk dan membersihkan bajunya yang basah karena cha dingin. Tak lama kemudian dia keluar dari toilet itu sambil mengibas-ngibaskan bajunya. “Aigoo, baju ku nyaris basah semua,” kata yesung sambil menatap bajunya dan terus berjalan ke depan.
Tiba-tiba “bbbuuuukkkkk”.
Dari arah berlawanan tepat setelah tikungan toilet, seseorang menabraknya, keduanya terjatuh, yesung jatuh terduduk dan orang itu menindih yesung.
 “Hyaa, mianhae,” kata orang itu sambil menunduk,
yesung terpaku melihat orang itu. Orang itu berambut coklat dan terus menunduk sambil mengusap air matanya, wajahnya tidak terlihat jelas. Seketika ingatan yesung berputar-putar melihat wajah yang tertunduk itu. Ia terasa mengingat masa lalu.  
“Jeongmal mianhae,” kata orang itu. Yesung tersentak, tersadar dari lamunannya.
 “Go-goenchana,” kata yesung, “Tapi apa kau bisa geser sedikit, kau menindihku.”
 Orang itu tersentak dan bangun dari badan yesung, begitu pula dengan yesung, dia segara berdiri.
“Hyaa,” panggil yesung pelan.
 Orang itu menengadah, mengakhiri wajahnya yang sedari tadi menunduk dan menatap yesung.
“Wookie ah!” kata yesung tersentak.
Wook mengerutkan kening, “Yesung hyung?” katanya bingung.
“Jadi aku tadi menabrakmu?” tanya wook.
Yesung mengangguk,
 “Astaga hyung, aku kira siapa, mianhae,” kata wook.
Yesung menatap wook dalam-dalam.
“Sedang apa kau disini?” tanya wook.
 “Aku? Sedang makan bersama saeng-saeng ku jawab,” jawab yesung.
“Oh, begitu? Aku juga sedang makan bersama siwon,” jawab wook sambil mengusap matanya.
 Yesung tersentak, “Hyaa, kau menangis? Apa kau terluka? Yang mana yang sakit?” kata yesung cemas.
 “Anniy ah, aku baik-baik saja,” kata wook.
 “Tapi tadi aku melihat airmatamu keluar, marhaebwa wookie ah, yang mana yang sakit? Apa kau terluka karena terjatuh tadi?” kata yesung lagi.
 Wook tertawa kecil, “Anniy ah hyung,”
 yesung menatap wook dengan bingung.
 “Yesung hyung, tadi aku tak sengaja makan wasabi di mie soba ku, rasanya pedas sekali, bahkan aku masih bisa merasakannya sekarang, makanya aku menangis,” jelas wook.
Yesung tertegun, “Jinjja?”
 wook mengangguk.
 “Kenapa ceritamu seperti ceritaku, aku juga makan wasabi, lalu aku minum cha hingga cha itu jatuh membasahi bajuku, lihat bajuku basahkan?” jelas yesung sambil mengibas-ngibaskan bajunya.
 Wook tertawa kecil, “Aigoo hyung, kau lucu sekali.”
 Yesung tersenyum,
 “Baiklah hyung, aku mau ke toilet dulu,” kata wook.
 “Ah, ne ne,” jawab yesung sambil memberikan jalan untuk wook.
Wook melangkahkan kakinya menuju toilet.
 “Ngg,,,ah wookie ah,” panggil yesung.
Wook menoleh, “Mwo?”
 “Ng,,, begini, kalau kau tidak keberatan, lebih baik kau dan siwon makan bersama kami,” kata yesung.
“Boleh?” kata wook ragu.
 Yesung gelagapan, “Ten.tentu saja, saeng-saeng ku pasti senang, semakin ramai yang makan bersama bukankah semakin bagus?” kata yesung.
 Wook tampak berpikir sejenak,
“Baiklah,” katanya lalu masuk ke dalam toilet.
 Yesung menunduk sambil tersenyum girang, “Ah, bagus sekali!” katanya senang sambil mengepal tangannya.
Kemudian kembali ke mejanya. Dilihatnya saeng-saengnya itu sedang menikmati makanan mereka sambil tertawa-tawa dengan riangnya. Yesung menghampiri mereka.
”Hyaa, mworaego isseoyo?” tanya yesung sambil melihat kyuhyun, donghae, kibum, shican, rulnia dan ….. “Siwon?” tanya yesung ketika melihat siwon diantara saeng-saengnya.
“Annyeong hyung,” sapa siwon.
 “Annyeong,” balas yesung “lalu ____”
“Aku yang memintanya untuk bergabung hyung, habisku lihat dia sedang duduk sendiri,” kata kyuhyun.
 “Aku tahu, kau bersama wookie kan?” kata yesung.
 “Ne, tapi dia sedang di toilet,” kata siwon.
 “Ara ara, aku bertemu dengannya disana tadi,” kata yesung.
 “Siwon sunbae menceritakan sesuatu yang lucu oppa,” kata shican.
 “Oh ya, apa?” tanya yesung.
 “Wookie oppa,” kata shican. “dia bernasib sama sepertimu.”
 “Ya, dia memakan wasabi soba, ceritanya benar-benar sama dengan ceritamu,” kata rulnia.
Para namja tertawa.
 “Aku tahu itu,” kata yesung cuek.
 “Hyaa, kalian benar-benar sehati,” kata donghae.
“Iya, melakukan hal yang sama pada waktu yang sama,” jawab kyuhyun.
“Kau tahu kyuhyun, bukan kah itu kejadian yang sangat langka sekali?” kata donghae.
“Iya hyung, pas sekali!” jawab kyuhyun.
 “Cocok!” kata donghae sambil mengangguk-angguk serius.
“Hyaa hyung, itu apa nama lainnya?” tanya kyuhyun polos.
Donghae dan kyuhyun memasang muka serius mereka seakan memikirkan sesuatu. Kyuhyun mengelus-elus dagunya dan donghae mengetuk-ngetuk pelipisnya dengan jari telunjuknya.
 “Ahh,” sentak donghae sambil setengah berdiri dari duduknya, “Aku tahu!” kata donghae.
Kyuhyun tersenyum evil.
 “Jangan-jangan mereka jodoh!” kata donghae dan kyuhyun serempak sambil menjentikkan jari.
 “MWO yo?” kata yesung kaget, “Hyaa, jangan bicara sembarangan,” kata yesung gelagapan dengan wajah merah, sedangkan saeng-saengnya tertawa terbahak-bahak.
 Kyuhyun dan donghae tertawa sambil mengetuk-ngetuk meja mereka.
 “Aigoo, perut ku,” kata kibum, shican dan rulnia menahan tawa.  Sedangkan siwon hanya cekikikan.
Yesung cemberut ketika mereka semua menertawainya. “Hyaa, saengie, berhentilah menggodaku,” kata yesung dengan ekspresi orang ngambek.
 “Hahahahaha, mianhae hyung, kami kan hanya bercanda,” kata kyuhyun.
 Yesung menjitak kepala kyuhyun dan donghae dengan kesal.
“Aigoo hyung, sakit,” ringis donghae dan kyuhyun.
 Yesung tersenyum menang, “Berhentilah tertawa,” kata yesung.
Tiba-tiba wookie datang menghampiri siwon yang ada di tengah-tengah mereka,
 “Siwon ah!” panggil wook.
 Siwon, rulnia, shican dan oppa-oppa mereka serentak menoleh.
“Wookie ah,” kata siwon polos.
“Hyaa, aku mencarimu kemana-mana, ternyata kau disini, kukira kau meninggalkanku!” kata wook sambil cemberut.
 “Aigoo, mianhae,” kata siwon sambil setengah tertawa, “Aku diajak bergabung, kita makan bersama mereka saja ya, lebih menyenangkan,” lanjut siwon.
“Iya wookie, bergabunglah,” ajak kyuhyun.
“Ne, ara gomawo,” jawab wook lalu ikut duduk disamping siwon.
“Hyaa wookie ah, perkenalkanlah dirimu pada saeng-saengku shican dan rulnia,” kata yesung.
 “Ne, wookie imnida, bangapseumnida,” kata wookie.
 “Bangapseumnida oppa,” kata rulnia dan shican.
“Kalian yeojachingunya kibum dan donghae kan?” kata wookie.
Shican dan rulnia mengangguk sambil tersenyum.
“Oh, beruntung sekali kalian bisa tinggal bersama yeojachingu kalian,” kata wook pada donghae dan kibum setengah tertawa.
“Tentu,” kata donghae.
“Itu menyenangkan,” kata kyuhyun.
 “Aku ingin tahu, kenapa begitu?” tanya siwon penasaran.
 “Yah, ceritanya panjang,” kata kibum.
Donghae menopang dagunya, “Hmm, dulu kami tinggal bertiga, aku, kibum dan kyuhyun. Tiga namja dirumah tanpa yeoja, waktu itu benar-benar masa-masa yang menyebalkan. Kami tak pandai memasak, tak pandai mencuci, tak pandai melipat baju, jadi rumah kami benar-benar menyesungakkan. Sedangkan shican dan rulnia, rumah mereka terlalu jauh dari sekolah,” jelas donghae pada siwon.
“Ne, dari cerita itu, kami pun menyimpulkan, mereka lebih baik tinggal bersama kami,” kata kibum.
Donghae menjentikkan jarinya, “Tepat! Mereka tak perlu menyewa rumah yang dekat dengan sekolah, dan orang tua mereka tak perlu khawatir melepas anak-anak mereka, karena kami akan menjaga mereka. Sebaliknya, mereka bisa membantu kami mengurus rumah,” jelas donghae lagi dengan panjang lebar.
 “Ah, geureyo?” kata siwon dan wook bersamaan.
“Menyenangkan sekali bisa tinggal bersama, pasti rumah kalian ramai sekali,” kata wook.
 “Bagaimana denganmu oppa? Kau tinggal bersama siapa?” tanya rulnia.
“Ahh, aku? Aku tinggal sendiri disebuah dorm, yah kadang-kadang saja adikku datang menginap dan tinggal beberapa waktu,” jawab wook.
“Kau tinggal sendiri oppa? Pasti membosankan,” kata shican.
“Begitulah,” jawab wook. “Tapi siwon sering datang dan bermain dirumahku, kadang-kadang dia menginap juga, jadi aku tak sering merasa sendirian,” kata wook lagi.
  Rulnia, shican dan kyuhyun mengangguk-angguk.
“Hyaa, kan sudah kukatakan, kau memang tidak sendirian,” timpal siwon.
 “Ne, ne arayo. Gomawo chingu, kau selalu menemaniku,” kata wook sambil merangkul siwon.
“UHUUUKKK! Uhuuk uhuuk,”
 semua orang yang duduk disana menoleh ke arah orang yang bersuara itu.
 Ternyata yesung. Dia batuk-batuk tanpa henti.
“Yesung hyung, wae, geudae mworego?” kata kibum sambil menepuk-nepuk punggung yesung.
 Yesung geleng-geleng kepala,
 “Wasabi lagi?” tanya donghae bingung.
 Yesung geleng-geleng kepala lagi, “Uhhuuk uhhuuk.”
 “Hyaa hyung, minumlah air ini dulu,” kata kibum lalu memberikan segelas air putih.
 Yesung meminum air putih itu sampai habis. Setelah itu pun batuknya terhenti, yesung bernapas lega. “Ah, dadaku sakit sekali,” kata yesung.
“Kau kenapa hyung?” tanya kyuhyun.
 “Ntahlah, tiba-tiba aku tersedak,” kata yesung datar.
 “Hyaa, jangan-jangan seseorang sedang membicarakanmu.”
Yesung angkat bahu.
 “Mungkin saja hyung,” kata kyuhyun.
 “Hyaa, jangan-jangan yeoja-yeoja yang kemarin itu!” telak kyuhyun.
 “Oh iya iya,” kata donghae.
 “Ah, kau ini,” kata yesung malas-malas.
“Yeoja? Nugu? Pacar yesung hyung?” tanya wook.
“Hyaa hyung, kau sudah punya pacar?” tanya siwon.
 “Ahh, anniy, aku belum punya, jangan bicara sembarangan,” kata yesung gelagapan.
Donghae dan kyuhyun kecekikikan.
 “Pacar? Aku bahkan tidak tahu kalau yesung hyung sedang menyukai seorang yeoja, itu terlihat sulit,” kata kyuhyun.
 “Lalu?” tanya wook.
 “Kau tahu tidak, ada sekelompok yeoja-yeoja yang menamakan dirinya yesung fansclub, nah itu yang ku maksud,” kata donghae.
 “Oh, ku kira kau sudah punya pacar,” kata siwon.
“Anniy, anniy ah!” kata yesung tegas.
 “Hyaa, kau kan tampan hyung, kenapa tidak punya?” tanya wook.
 Seketika muka yesung memerah, “Hanya belum ada yang cocok,” katanya sambil mengalihkan wajahnya.
“Padahal sudah kukatakan padanya untuk memilih satu dari yeoja-yeoja itu,” gumam donghae.
 “Aku tidak mau,” kata yesung cuek.
 “Yasudah lah, suatu hari nanti kau menemukan yeoja yang cocok untukmu,” kata wook sambil tersenyum.
Yesung terkesima pada senyum tulus itu dan dia pun menatap wook.
“Kalau oppa bagaimana, siapa pacarmu?” tanya shican.
 Wook tesentak, “M.m.mwo?” jawabnya.
 “Siapa pacarmu?” tanya shican lagi.
 Muka wook memerah, “A.a.aaku?” jawabnya lagi.
 “Iya, siapa pacarmu ?” kata kyuhyun ikut menimpali.
 Yesung menopang dagunya menatap wook lebih dalam.
“A.aakuu ti.tidak,” kata wook gelagapan sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. “Ti.tidak, a.aku belum punya pacar,” katanya sambil tertunduk malu menutupi wajahnya yang memerah.
 “Menarik !” kata kyuhyun sambil tersenyum evil, “Kalau begitu kau mempunyai yeoja yang kau suka,” lanjut kyuhyun.
 Wajah wook semakin memanas, “A.anniyo,” jawab wook.
“Hayoo, katakan, siapa ?” goda kyuhyun sambil tersenyum lebih evil.
 “Ah, aku sedang tidak menyukai yeoja,” gumam wook sambil menggaruk-garuk belakang telinganya. Dia meringis gugup.
 Kyuhyun tertawa, “Hahaha wookie ah, wajahmu lucu sekali,” kata kyuhyun sambil mencubit kedua pipi wook.
 “Hyaa, hentikan kyuhyun ah,” kata wook lemah.
Kyuhyun semakin tertawa dan tak mendengarkan wook.
“Hyaa,”
tiba-tiba yesung memukul tangan kyuhyun.
 “Aissh, hyung, sakit!” ringis kyuhyun.
“Kau tak perlu mencubitnya kan?” kata yesung dengan dingin.
 “Aku kan hanya bercanda,” kata kyuhyun membela diri.
 “Kau sudah menggodanya, jadi kau tak perlu mencubitnya seperti itu!” kata yesung lagi.
 Kyuhyun cemberut, menatap yesung dengan kesal,
 “Kenapa kau marah, wook saja tidak marah padaku,” kata kyuhyun sewot. Yesung menatap kyuhyun dingin,
 “Kau tidak mengerti?” kata yesung dengan suara meninggi, “Aku tak suka melihatmu mencubitnya!” kata yesung setengah marah.
 Kyuhyun bengong. Begitu juga dengan orang-orang yang ada disana, semua terdiam berusaha mencerna kata-kata yesung.
Melihat perubahan suasana yang tiba-tiba hening itu yesung tersadar bahwa kata-katanya memang janggal.
 “A.a.a.ahh maksudku,” kata yesung gelagapan sambil memutar bola matanya berusaha mencari alasan yang tepat untuk kata-kata yang janggalnya,
 “Maksudku, ngg,” yesung menggigit bibir bawahnya, “Ahh lihatlah wajah wook sudah semerah itu, kau terlalu berlebihan menggodanya kyuhyun, dia terlihat polos jadi aku merasa kasihan melihat dia dicubit tanpa bisa melawan seperti itu,” kata yesung.
“Mwo?” kata kibum.
Rulnia dan shican saling pandang, sedangkan siwon menatap wook dan yesung secara bergantian,
 yesung salah tingkah. Hening sejenak.
Semua sibuk dengan pikiran masing-masing.
 Tak lama kemudian tiba-tiba donghae mendesah, “Ahh, iya sih,” katanya datar.
 Yesung menoleh ke donghae.
Tak lama kemudian rulnia dan shican mengangguk-angguk setuju.
“Iya benar juga,” kata rulnia.
 “Hyaa oppa, kau tidak boleh begitu,” kata shican pada kyuhyun.
Kyuhyun cemberut,
 “Iya kyuhyun, wook berbeda, dia orang yang lembut,” kata donghae lagi.
“Hyaa, kenapa menyalahkanku,” kata kyuhyun ngambek.
“Sudahlah, tidak apa-apa kok,” kata wook menengahkan.
 Kibum mengusap-usap kepala kyuhyun, “Sudah-sudah, kita ingin bersenang-senangkan?”
 Kyuhyun menatap kibum sebentar, lalu menunduk, “Araseyo, mianhae wookie,” kata kyuhyun pelan.
“Ne, goenchana. Aku tahu kau hanya ingin main-main,” jawab wookie sambil tersenyum,
 kyuhyun membalas senyuman wook dengan malu-malu.
Lalu suasana pun kembali mencair, semuanya tersenyum.
 “Hyaa, kibum ah, kau lihat wajah kyuhyun tadi? Hahahahaha, dia lucu sekali bagaikan anak ayam tersudut!” kata donghae memecah keheningan.
 “Hyaa,” sentak kyuhyun.
 Donghae tertawa, “Wajah yang evil itu jadi wajah yang penuh dosa, astaga kau benar-benar menarik! Kau lihatkan kibum ah?” kata donghae yang terus tertawa.
 “Ya, aku lihat,” kata kibum sambil tersenyum.
 “Bagaimana menurutmu, lucu kan?” kata donghae.
Kibum tertawa kecil,“Sedikit.”
 “Hyaaaa, hyung!” sentak kyuhyun lagi.
 “Hyaa kyuhyun ah, kau memang lucu,” kata siwon sambil setengah ketawa.
“Iya oppa,” kata rulnia dan shican cekikikan.
 “Hyaa, kenapa aku yang jadi sasaran selanjutnya!” kata kyuhyun marah-marah.
Donghae, kibum dan siwon makin tertawa.
 “Hyaa, berhentilah menertawaiku hyung,” kata kyuhyun.
Yesung mengusap-ngusap kepala kyuhyun, “Anak ayam yang lucu sekali.”
 Rulnia dan shican tersentak tertawa mendengar kata-kata yesung.
 Kyuhyun cemberut, “Anniy, jangan bilang begitu,” kata kyuhyun.
Semua tertawa karena melihat kyuhyun yang sedang digoda oleh hyung-hyungnya.
  “Anak ayam lucu anak ayam lucu,” ejek donghae dengan nada nyanyian.
 Kyuhyun makin cemberut.
Yesung tertawa puas melihat reaksi kyuhyun yang sedang jadi bahan candaan, ditengah tawanya dia tak sengaja melihat wookie yang ternyata sedari tadi menatap yesung.
 Wookie tersentak, kemudian dia tersenyum kepada yesung.
 Yesung ikut tersenyum membalasnya.
Wook salah tingkah, lalu menunduk malu.
*****
Malam harinya.
“Shican?” panggil kibum yang baru saja keluar dari kamarnya.
 Kemudian dia menghampiri shican yang sedang duduk-duduk di pagar jendela.
 “Hm?” gumam shican.
 “Kenapa belum tidur?” tanya kibum sambil ikut duduk disamping shican.
 Shican menggeleng pelan, “Aku tidak terlalu ngantuk oppa.”
Kibum mengangguk mengerti, “Lalu sedang apa kau disini? Disini dingin, kau bisa masuk angin jika disini terus,” kata kibum sambil membuka jaketnya lalu meletakkannya dibadan shican.
“Ini sudah jam 11 malam, sudah larut, kyuhyun dan hyung saja sudah tidur,” kata kibum.
 “Aku sedang menunggu eonni dan haeppa yang belum pulang sejak tadi,” kata shican pelan.
 “Mereka kan hanya membeli ramen, sebentar lagi juga akan pulang, jadi lebih baik segera tidur.”
 Shican menggeleng, lalu menengadah ke atas langit, “Andwae, lagi pula aku sedang melihat itu,” kata shican.
 Kibum ikut menengadah ke atas langit. Dilihatnya ada bulan purnama yang cantik sedang bersinar,
 “Ah bulan?” tanya kibum.
 Shican mengangguk, “Bulan yang indahkan?” sahut shican.
Kibum tersenyum, “Iya.”
Shican menghembuskan napasnya dan menggerakkan kakinya, kibum pun mengelus kepala shican,
“Hyaa, apa yang sedang kau pikirkan?”
 Shican menoleh, “Ahh? Anniy.”
“Jinjja?” tanya kibum.
 “Ne jinjja,” jawab shican.
Kibum tersenyum, “Aku tahu kau sedang memikirkan sesuatu,” kata kibum,
shican menunduk.
 “Marhaebwa, kau tak mau cerita padaku?” tanya kibum.
 “Tidak ada apa-apa,” jawab shican.
 Kibum memegang kedua pipi shican, “Hyaa kau tak bisa berbohong didepanku,” kata kibum.
 Shican mengalihkan pandangan, “Ara,” kata shican lalu menghembus-kan napas lagi. Dia menunduk. “Oppa, menurutmu diantara tiga yeoja yang datang kerumah kita kemarin, yang mana yang cocok untuk yeppa?” tanya shican.
 Kibum mengerutkan kening, “Mwo? Kenapa kau bertanya seperti itu?” tanya kibum bingung
 Shican bergumam, “Anniy, cuma bertanya. Jadi yang mana menurutmu?” tanya shican.
 Kibum menengadah ke langit sambil bergumam, “Hm, entahlah ketiganya sama-sama baik dan menarik, aku tidak tahu pasti yang mana yang cocok, wae?” jawab kibum.
 Shican diam, dia hanya menggerakkan kakinya.
 Kibum merangkul shican yang sedari tadi diam, “Aku tidak tahu apa yang sedang kau pikirkan, jika kau belum mau mengatakannya tak apa, tapi kau harus janji untuk mengatakannya kepadaku suatu hari nanti,” kata kibum.
 Shican menunduk, “Mianhae oppa,” kata shican pelan.
 “Ne, goenchana,” jawab kibum sambil tersenyum.
 Shican menatap kibum sebentar lalu memeluk kibum, “Gomawo,” bisik shican.
“Cheonmwa,” bisik kibum memeluk shican lebih erat.
*****
“Rulnia lihat!” kata donghae sambil melihat ke atas langit.
 “Hyaa, beautiful,” kata rulnia begitu melihat bulan purnama diatas langit yang cerah.
Donghae mengangguk-angguk, “Ne, beruntung sekali kita melihatnya berdua.”
 “Akan lebih baik saat kita melihatnya bersama-sama,” gumam rulnia.
 “Ne,” kata donghae. “Kajja, hari semakin dingin,” kata donghae sambil memagang tangan rulnia.
 Rulnia menurut, mereka berjalan bersama menuju rumah mereka.
“Oppa?” panggil rulnia.
 “Ne?” jawab donghae.
 “Wookppa itu orangnya seperti apa sih?” tanya rulnia.
 “Seperti apa, maksudmu?” tanya donghae balik.
“Maksudku bagaimana sifatnya?” tanya rulnia. Donghae ber-oh kecil dan mengangguk,
 “Hm, orang yang polos dan lucu menurutku, hatinya sangat halus,” kata donghae. “Wae?”
Rulnia menggeleng, “Anniy ah, hanya bertanya, palli yo oppa,” kata rulnia sambil mendahului donghae.
Donghae menatap rulnia yang meninggalkannya, “Hyaa, kenapa kau meninggalkanku?” kata donghae cemberut.
 Rulnia tertawa, “Wae? Kalau kau bisa tangkap aku,” kata rulnia lalu berlari meninggalkan donghae.
 Donghae bengong, “Aigoo, wanita ini..” gumamnya. Dilihatnya rulnia semakin jauh,
“Hyaa, sejauh apapun kau berlari, aku pasti akan menangkapmu,” teriak donghae.
 “Coba saja,” teriak rulnia dari jauh.
 Donghae tertawa kecil, “Kalau aku bisa menangkapmu, kau harus mencium kedua pipiku,” teriak donghae.
“Kalau kau bisa ….” teriak rulnia lagi.
 Donghae menggeleng-gelengkan kepalanya, sambil tertawa kecil, “Bersiaplah rulnia!” sedetik kemudian donghae berlari sangat cepat dan mengejar rulnia.
Setibanya dirumah.
“Annyeong,” kata rulnia dan donghae sambil membuka pintu rumah.
“Aigoo, diluar dingin sekali,” kata donghae sambil membuka jaketnya dan masuk kedalam rumah.
 Dilihatnya kibum yang sedang duduk dipagar jendela sambil memeluk shican.
“Hyung, kau sudah pulang,” kata kibum.
 “Hm, kau belum tidur?” tanya donghae.
 Kibum menggeleng.
“Hyaa, shican kau belum tidur,” tanya rulnia sambil menghampiri kibum.
 “Dia menunggu kalian pulang, tapi sekarang dia ketiduran, sepertinya dia kelelahan,” kata kibum.
 “Aigoo, mianhae aku pulang terlambat,” kata rulnia.
“Goenchana,” kata kibum.
 “Yesung hyung dan kyuhyun?” tanya donghae.
 “Sudah tidur,” kata kibum, lalu menggendong shican, “Aku akan membawanya ke kamar,” kata kibum lagi dan lalu membawa shican ke kamarnya.  
Tak lama kemudian, dia kembali menemui donghae dan rulnia yang masih diruang tengah, “Kalian juga, cepatlah tidur,” lalu masuk ke kamarnya.
“Ne,” jawab donghae.
Rulnia membuka jaketnya, “Aku juga akan tidur sekarang,” katanya.
 Donghae memegang tangan rulnia, “Tapi sebelumnya kau harus menciumku,” kata donghae.
Rulnia memutar bola matanya, “Aratta.”
 Kemudian dia mencium kedua pipi donghae. “Jumuseyo,” kata rulnia dengan wajah memerah.
 Donghae tersenyum puas, “Ne.”
*****
tunggu sambungan ceritanya ya :D